Juni 25, 2026
Home » 38 Kecelakaan Terjadi Sepekan, Polres Bantul Tilang 1.109 Pelanggar di Operasi Patuh Progo 2025
operasi-candi-polres-bantul.webp.webp

Polres Bantul menindak 1.846 pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Progo 2025. (Dok Polres Bantul)

KABARJAWA – Operasi Patuh Progo 2025 di Bantul membuka fakta mencengangkan. Polisi mencatat sebanyak 38 kali kecelakaan lalu lintas terjadi hanya dalam waktu sepekan. Angka ini menyiratkan betapa rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana selaku Kasi Humas Polres Bantul mengungkapkan bahwa polisi telah menindak 1.846 pelanggar lalu lintas sejak operasi digelar. Polisi memberikan 1.109 surat tilang kepada pengendara yang melanggar aturan dan 737 lainnya hanya mendapat teguran.

“Pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran yang diberikan surat tilang. Pelanggaran paling banyak yakni tidak membawa SIM dan STNK, berkendara di bawah umur, tidak memakai helm saat berkendara, hingga melawan arus,” kata Jeffry dengan nada serius, Senin, 21 Juli 2025.

Ia menambahkan, polisi juga menemukan banyak pengendara mobil yang melanggar lampu lalu lintas. Pelanggaran ini dinilai sangat berbahaya karena bisa memicu kecelakaan beruntun.

Data selama sepekan operasi menunjukkan satu korban jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Polisi juga mencatat 45 orang mengalami luka-luka dengan kerugian materi mencapai Rp31 juta.

Upaya Edukasi dan Pencegahan oleh Polres Bantul

Jeffry menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan sanksi. Polisi juga menggelar kegiatan preemtif dan preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Mereka menyebarkan pamflet, brosur, stiker, dan leaflet berisi imbauan tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

“Kami melakukan edukasi di titik-titik strategis seperti traffic light dan tempat keramaian. Kami juga masuk ke sekolah-sekolah yang sedang menggelar MPLS untuk mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan,” ujar Jeffry.

Polisi bahkan membuat konten edukasi digital agar pesan keselamatan berkendara menjangkau lebih banyak orang. Jeffry menekankan, edukasi ini mencakup imbauan menggunakan helm SNI, knalpot standar, sabuk pengaman bagi pengendara roda empat, dan tidak bermain ponsel saat berkendara.

“Kami ingin Operasi Patuh Progo ini tidak hanya memberikan efek jera, tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara demi masa depan semua orang,” tegas Jeffry.

Polres Bantul mengerahkan 150 personel gabungan dalam Operasi Patuh Progo yang berlangsung dari 14 Juli hingga 27 Juli 2025. Operasi ini bertujuan menurunkan angka pelanggaran lalu lintas dan menekan jumlah kecelakaan yang kian mengkhawatirkan di wilayah Bantul.

Pusat Informasi Terkini

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *