
KABAR JAWA – Acara Jogja International Kite Festival 2025 atau Festival Layang-Layang Internasional Jogja bakal digelar pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2025 mendatang.
Event tahunan yang akan berlangsung di di kawasan Pantai Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul ini diprediksi akan menyedot ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Daya tarik utamanya tentu saja adanya parade ratusan layang-layang raksasa dari berbagai negara yang akan menghiasi langit pantai selatan dengan bentuk-bentuk yang unik dan warna-warni.
Maka, tak heran jika banyak wisatawan rela datang jauh-jauh demi menyaksikan festival ini secara langsung.
Namun, seiring dengan tinginya antusiasme masyarakat, lonjakan kendaraan menuju lokasi festival diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Dan belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, ketika kemacetan panjang terjadi hampir di semua jalur utama menuju pantai, pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah menyusun rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus.
Contents
Rekayasa Lalu Lintas Selama JIKF 2025
Guna memastikan kelancaran mobilitas kendaraan selama festival berlangsung, pihak berwenang akan menerapkan sejumlah penutupan dan pengalihan jalur di beberapa titik penting yang mengarah ke lokasi acara.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, seluruh kendaraan yang datang dari arah Jalan Parangtritis, baik yang ingin menuju Pantai Parangtritis maupun yang akan melintas ke arah Kabupaten Gunungkidul, wajib melalui TPR Induk Parangtritis.
Ini merupakan titik wajib lintas yang ditetapkan oleh petugas selama festival berlangsung.
Sementara itu, dua titik persimpangan penting yaitu simpang tiga Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan simpang tiga Hotel Gandung, akan ditutup sepenuhnya.
Artinya, kendaraan tidak diperkenankan untuk belok kanan di lokasi-lokasi tersebut demi menghindari arus yang saling bertabrakan.
Jalur Kendaraan dari Gunungkidul dan Pantai Parangtritis
Bagi kendaraan yang akan keluar dari arah Gunungkidul atau Pantai Parangtritis, petugas akan mengarahkan mereka untuk melewati simpang tiga Hotel Gandung atau simpang tiga JJLS.
Setelah itu, kendaraan akan diarahkan belok kiri ke arah barat menuju Jalan Samas.
Sistem ini dirancang untuk menghindari titik pertemuan arus kendaraan yang rawan macet.
Dengan pengalihan ini, diharapkan jalur balik dari pantai bisa lebih lancar, terutama pada sore hingga malam hari saat para pengunjung mulai meninggalkan lokasi acara.
Jalur dari Jalan Samas ke Parangtritis
Bagi kendaraan yang melaju dari arah Jalan Samas dan ingin menuju Pantai Parangtritis, skemanya juga telah diatur secara ketat.
Semua kendaraan akan diarahkan melalui simpang empat Depok dan simpang tiga JJLS.
Di titik ini, petugas melarang kendaraan belok kiri di simpang tiga JJLS.
Larangan ini ditujukan agar tidak terjadi tabrakan arus yang berlawanan, yang selama ini sering menjadi penyebab kemacetan parah.
Polisi Antisipasi Penumpukan Kendaraan
Rekayasa arus lalu lintas ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti pada penyelenggaraan tahun lalu.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan berharap seluruh pengguna jalan, khususnya para wisatawan yang hendak menghadiri Jogja International Kite Festival 2025, bisa memahami dan mematuhi petunjuk jalur yang telah ditetapkan.
Tanpa kerja sama dari masyarakat, kemacetan tetap akan sulit dihindari, meskipun rekayasa telah diterapkan.
Oleh karena itu, pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat diimbau untuk menyesuaikan waktu keberangkatan, mempersiapkan bahan bakar yang cukup, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.
Jogja International Kite Festival 2025 Jadi Magnet Wisata Pantai di Pengujung Juli
Sebagai salah satu acara budaya dan pariwisata terbesar di Yogyakarta, Jogja International Kite Festival 2025 bukan hanya sekadar ajang pamer layang-layang.
Festival ini juga menjadi simbol pertemuan berbagai komunitas, budaya, serta kreativitas masyarakat global dalam satu ruang yang terbuka.
Keindahan langit Pantai Parangkusumo yang akan dihiasi ratusan layang-layang raksasa dengan desain penuh imajinasi tentu sayang untuk dilewatkan.
Namun, jangan sampai pengalaman menonton festival ini terganggu oleh kemacetan panjang.
Catat jalur alternatifnya, rencanakan perjalanan Anda dengan matang, dan ikuti beberapa tips hindari macet lainnya agar perjalanan Anda aman dan menyenangkan.***
Pusat Informasi Terkini
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
