Maret 1, 2024
Home » Susunan Acara Pernikahan Adat Tionghoa

Sahabat Dengtutor.id, dalam budaya Tionghoa, pernikahan merupakan salah satu momen yang sangat penting dan dianggap sakral. Acara pernikahan adat Tionghoa memiliki susunan yang khas dan penuh makna. Melalui artikel ini, kita akan mengulas dengan detail tentang susunan acara pernikahan adat Tionghoa. Simaklah penjelasan berikut ini.

Contents

1. Adat Lamaran

šŸ‘°šŸ¤µ Adat lamaran merupakan langkah awal dalam mempersatukan dua keluarga. Pada tahap ini, keluarga calon mempelai pria akan mengunjungi keluarga calon mempelai wanita untuk memberikan lamaran secara resmi. Acara ini biasanya dilakukan di rumah keluarga mempelai wanita, dan dilakukan secara sederhana namun penuh dengan simbol-simbol keberuntungan.

2. Adat Pertunangan

šŸ’ Adat pertunangan merupakan tanda resmi dari adanya perjanjian pernikahan. Biasanya, acara ini dilaksanakan secara lebih besar dibandingkan adat lamaran. Pada acara ini, keluarga mempelai wanita akan memberikan cincin dan seserahan kepada keluarga mempelai pria. Acara pertunangan biasanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat dari kedua belah pihak.

3. Adat Akad Nikah

šŸ“œ Adat akad nikah diadakan di hadapan seorang pemimpin acara yang telah ditunjuk. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum acara ini dilakukan, seperti adanya surat nikah dari KUA dan persetujuan dari kedua belah keluarga. Pada acara ini, kedua mempelai akan saling mengucapkan ijab kabul dan menandatangani buku nikah di hadapan saksi-saksi yang telah ditentukan.

4. Adat Seserahan

šŸŽ Adat seserahan merupakan salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu dalam pernikahan adat Tionghoa. Pada acara ini, keluarga mempelai wanita akan memberikan berbagai macam barang seserahan kepada keluarga mempelai pria. Beberapa contoh seserahan yang biasanya diberikan antara lain angpao, perhiasan, baju, kue, dan makanan khas. Sejumlah barang tersebut melambangkan harapan, kebahagiaan, dan kelimpahan dalam pernikahan.

5. Adat Berjalan Menepati Kaki

šŸ‘£ Adat berjalan menepati kaki dilakukan oleh pasangan pengantin setelah selesainya acara akad nikah. Pada saat ini, pengantin pria akan menggendong pengantin wanita untuk melangkah melewati ember berisi air dengan daun pandan yang terletak di depan pintu rumah baru mereka. Hal ini melambangkan permohonan restu dan keharmonisan dalam kehidupan pernikahan.

6. Adat Tukar Cincin dan Pembungkusan Kaki

šŸ’šŸ‘£ Setelah adat berjalan menepati kaki, pasangan pengantin akan saling menukar cincin sebagai bentuk janji setia satu sama lain. Selain itu, pasangan pengantin juga akan melanjutkan dengan adat pembungkusan kaki, yang merupakan momen dimana pengantin wanita membungkus kaki pengantin pria dengan kain merah untuk melambangkan tali kasih dan kehangatan dalam pernikahan.

7. Adat Bersih Serah Kamar Pengantin

šŸ  Adat bersih serah kamar pengantin dilakukan setelah pengantin tiba di rumah baru mereka. Pada acara ini, kedua mempelai akan memasuki kamar pengantin yang telah dihias dengan indah. Kemudian, keluarga mempelai wanita akan memberikan hadiah berupa uang merah kepada pengantin pria sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran dalam kehidupan pernikahan mereka.

Acara Penjelasan
Adat Lamaran Langkah awal dalam mempersatukan dua keluarga.
Adat Pertunangan Tanda resmi dari adanya perjanjian pernikahan.
Adat Akad Nikah Diadakan di hadapan seorang pemimpin acara.
Adat Seserahan Keluarga mempelai wanita memberikan berbagai macam barang seserahan.
Adat Berjalan Menepati Kaki Pengantin berjalan melewati ember berisi air.
Adat Tukar Cincin dan Pembungkusan Kaki Pasangan pengantin saling menukar cincin dan melanjutkan dengan adat pembungkusan kaki.
Adat Bersih Serah Kamar Pengantin Bersih serah kamar pengantin di rumah baru.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan adat seserahan?

Adat seserahan merupakan acara dalam pernikahan adat Tionghoa dimana keluarga mempelai wanita memberikan berbagai macam barang sebagai simbol harapan dan kelimpahan dalam pernikahan.

2. Apa makna dari adat berjalan menepati kaki?

Adat berjalan menepati kaki melambangkan permohonan restu dan keharmonisan dalam kehidupan pernikahan.

3. Bagaimana proses adat akad nikah dilakukan?

Pada adat akad nikah, kedua mempelai akan saling mengucapkan ijab kabul dan menandatangani buku nikah di hadapan saksi-saksi yang telah ditentukan.

4. Kapan biasanya dilakukan adat tukar cincin dan pembungkusan kaki?

Acara ini biasanya dilakukan setelah adat berjalan menepati kaki, sebagai tanda janji setia pengantin satu sama lain.

5. Apa yang terjadi pada adat bersih serah kamar pengantin?

Pada acara ini, pasangan pengantin memasuki kamar pengantin yang telah dihias, dan keluarga mempelai wanita memberikan hadiah berupa uang merah sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran.

6. Bagaimana cara melangsungkan adat lamaran?

Pada adat lamaran, keluarga calon mempelai pria mengunjungi keluarga calon mempelai wanita untuk memberikan lamaran secara resmi.

7. Apa yang dimaksud dengan adat pertunangan?

Adat pertunangan merupakan tanda resmi dari adanya perjanjian pernikahan, di mana keluarga mempelai wanita memberikan cincin dan seserahan kepada keluarga mempelai pria.

Kesimpulan

Dalam pernikahan adat Tionghoa, setiap acara memiliki arti dan simboliknya sendiri. Adat-adat tersebut mengandung nilai-nilai keharmonisan, keberuntungan, dan kelimpahan dalam kehidupan pernikahan. Meskipun adat-adat ini memiliki kelebihan dalam mempererat hubungan antara kedua keluarga, namun juga terdapat beberapa kekurangan. Meski demikian, patut diapresiasi upaya untuk mempertahankan tradisi dan budaya leluhur dalam acara pernikahan ini.

Melalui susunan acara pernikahan adat Tionghoa yang lengkap dan penuh makna, pernikahan ini menjadi begitu istimewa dan merupakan penjalin harmoni antara kedua keluarga. Jangan lewatkan momen spesial ini dan kenali dengan baik setiap acara yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang susunan acara pernikahan adat Tionghoa.

Disclaimer

Informasi yang disajikan dalam artikel ini didasarkan pada penelitian dan sumber yang terpercaya. Namun, penggunaan informasi ini sepenuhnya adalah tanggung jawab Anda sebagai pembaca. Penulis dan penerbit artikel ini tidak bertanggung jawab atas segala tindakan yang mungkin timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Pusat Informasi Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *