September 21, 2023
Home » Susunan Acara Pernikahan Jawa – DengTutor

Contents

Pendahuluan

Sahabat Dengtutor.id, pernikahan merupakan momen yang sangat penting bagi pasangan yang ingin membangun kehidupan bersama. Setiap daerah di Indonesia pun memiliki adat dan tradisi pernikahan masing-masing, termasuk pernikahan adat Jawa. Pernikahan Jawa merupakan perpaduan antara nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan religi yang diwariskan turun-temurun. Dalam artikel ini, kita akan membahas dengan detail susunan acara pernikahan Jawa. Simak penjelasannya berikut ini!

Penghulu atau Lurah

Setelah memilih pasangan hidup, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari penghulu atau lurah yang akan memimpin acara pernikahan. Penghulu ini biasanya dilaksanakan di rumah pengantin wanita dan dihadiri oleh keluarga terdekat dari kedua mempelai.

ūüéĮ Poin Penting: Memilih penghulu yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat resmi keagamaan.

Pesandhakan

Pesandhakan atau lamaran merupakan tahap kedua dalam susunan acara pernikahan Jawa. Pada tahap ini, pihak laki-laki beserta keluarga mengunjungi pihak perempuan untuk melamar calon istri. Saat proses pesandhakan berlangsung, biasanya dihadiri oleh orang tua dan kerabat terdekat dari kedua belah pihak.

ūüéĮ Poin Penting: Pesandhakan merupakan tahap awal dari pernikahan Jawa yang melibatkan pihak laki-laki. Proses ini dilakukan untuk menyampaikan niat baik laki-laki kepada keluarga perempuan.

Meminang atau Melok

Pada tahap ini, kedua belah pihak menyepakati untuk melangsungkan pernikahan. Pihak laki-laki akan membawa mas kawin, sirih, dan pinang sebagai simbol persetujuan dari kedua belah pihak. Upacara ini biasanya berlangsung di rumah keluarga pengantin wanita dan juga dihadiri oleh kerabat terdekat dan tetangga.

ūüéĮ Poin Penting: Prosedur melok diikuti oleh sesajian sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Akad Nikah

Akad nikah merupakan momen yang paling sakral dalam acara pernikahan Jawa. Pada tahap ini, mempelai pria dan wanita akan saling memberikan sumpah dan ijab qabul di hadapan penghulu dan saksi-saksi yang telah ditunjuk. Sesuai dengan adat Jawa, akad nikah biasanya dilaksanakan di pendhapa atau pelataran rumah.

ūüéĮ Poin Penting: Usai akad nikah, pasangan pengantin akan duduk bersama di dalam sungkeman, menunjukkan rasa hormat dan penghormatan kepada orang tua.

Siraman

Siraman merupakan simbol membersihkan diri sebelum memasuki kehidupan baru. Pada tahap ini, mempelai wanita akan mandi dengan air bunga dan ramuan tradisional yang dipersiapkan oleh keluarga dan kerabat. Siraman biasanya dilakukan di pagi hari sebelum acara pernikahan dimulai.

ūüéĮ Poin Penting: Siraman juga melibatkan doa bersama dari kerabat terdekat agar kehidupan pernikahan berjalan dengan lancar.

Pingitan

Pingitan adalah tahap pemisahan antara pengantin dengan orang tua, keluarga, dan kerabat lainnya. Pengantin wanita akan bermalam di ruangan khusus yang dijaga ketat oleh saudara perempuan atau adik perempuan dari ibu pengantin wanita. Pingitan umumnya dilakukan pada malam harinya setelah siraman dilaksanakan.

ūüéĮ Poin Penting: Pingitan bertujuan untuk memberikan waktu dan ruang bagi pengantin wanita untuk bersiap-siap secara fisik dan mental sebelum acara pernikahan dilangsungkan.

Ijab Kabul

Pada tahap ijab kabul, pengantin dan keluarga akan berkumpul di pelataran rumah atau tempat yang telah disiapkan. Ijab kabul dilanjutkan dengan pengucapan janji setia oleh kedua mempelai. Setelah ijab kabul, pasangan pengantin tersebut resmi menjadi suami istri menurut hukum agama.

ūüéĮ Poin Penting: Ijab kabul dilanjutkan dengan penyerahan mahar oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai tanda ikatan pernikahan.

Resepsi

Resepsi pernikahan Jawa biasanya dilaksanakan setelah ijab kabul dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, teman, dan undangan yang telah diundang. Pada resepsi, biasanya terdapat makanan, tari-tarian tradisional, serta hiburan dan kegiatan lainnya sebagai bentuk kegembiraan dan syukuran atas pernikahan yang telah dilangsungkan.

ūüéĮ Poin Penting: Resepsi pernikahan Jawa dikenal dengan nuansa yang kental dengan adat istiadat tradisional, musik gamelan, serta busana pengantin yang khas.

Satua Pernikahan

Satua pernikahan adalah tahap terakhir dalam susunan acara pernikahan Jawa. Pada tahap ini, pengantin laki-laki membawa istri dan menempatkan istri di rumah barunya. Hal ini menandakan bahwa pengantin perempuan resmi menjadi bagian dari keluarga pengantin laki-laki.

ūüéĮ Poin Penting: Satua pernikahan bersifat simbolis dan melambangkan penghormatan dan penerimaan istri sebagai anggota keluarga suami.

No. Susunan Acara
1 Penghulu atau Lurah
2 Pesandhakan
3 Meminang atau Melok
4 Akad Nikah
5 Siraman
6 Pingitan
7 Ijab Kabul
8 Resepsi
9 Satua Pernikahan

FAQ

1. Berapa lama durasi acara pernikahan Jawa?

Jawab: Durasi acara pernikahan Jawa biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 hari, tergantung pada kesepakatan dan kebutuhan keluarga.

2. Apa yang harus dipersiapkan untuk sesaji pada acara pesandhakan?

Jawab: Pada acara pesandhakan, Anda harus mempersiapkan nasi kuning, ayam, dan sesajian seperti sirih, pinang, dan bunga.

3. Bagaimana mengatur tempat duduk untuk tamu undangan?

Jawab: Tempat duduk untuk tamu undangan biasanya disesuaikan dengan jumlah dan kesepakatan antara keluarga pengantin pria dan pengantin wanita.

4. Apakah ada tari tradisional yang dilakukan pada acara pernikahan Jawa?

Jawab: Ya, salah satu tari tradisional yang sering dilakukan pada acara pernikahan Jawa adalah tari gambyong.

5. Apa yang harus saya kenakan saat menghadiri acara pernikahan Jawa?

Jawab: Anda bisa mengenakan busana yang sesuai dengan tema pernikahan Jawa seperti kebaya atau batik.

6. Bagaimana jika pengantin tidak memiliki keluarga?

Jawab: Jika pengantin tidak memiliki keluarga, mereka tetap dapat melangsungkan acara pernikahan dengan melibatkan teman dekat dan orang-orang terkasih.

7. Apakah prosesi pingitan hanya berlaku bagi pengantin wanita?

Jawab: Ya, prosesi pingitan dalam pernikahan Jawa khusus diperuntukkan bagi pengantin wanita sebagai waktu mempersiapkan diri secara spiritual dan mental.

Kesimpulan

Setelah mengetahui dengan detail susunan acara pernikahan Jawa, kita dapat mengapresiasi kekayaan budaya dan adat istiadat yang terkandung di dalamnya. Pernikahan Jawa tidak hanya sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga melibatkan nilai-nilai keagamaan, kesatuan keluarga, dan rasa syukur. Jangan ragu untuk mengadopsi dan memadukan unsur-unsur pernikahan Jawa dalam pernikahan Anda agar momen istimewa tersebut semakin berkesan dan bernilai.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya dan tradisi pernikahan di Indonesia, jangan ragu untuk mengunjungi Dengtutor.id. Selamat menikmati momen pernikahan Anda dengan kebahagiaan dan harmoni yang abadi!

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk keperluan SEO dan ranking di mesin pencari Google. Konten artikel ini sepenuhnya berdasarkan informasi yang ditemukan di berbagai sumber terpercaya mengenai susunan acara pernikahan Jawa. Pembaca disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan berkonsultasi dengan pihak yang berkompeten sebelum melaksanakan susunan acara pernikahan Jawa.

Pusat Informasi Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *