Maret 12, 2026
Home » Upaya Penyelesaian Konflik Sosial – Sosiologi Kelas 11
Upaya-Penyelesaian-Konflik-Sosial.jpg

Guys, lo masih ingat nggak, tentang berita seorang nenek yang mencuri buah kakao dari sebuah perkebunan? Yap, berita ini dulu sempat viral nih, karena si nenek dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Padahal, masih banyak upaya penyelesaian konflik sosial lainnya lho, selain menempuh jalur persidangan.

Oh iya, dasar hukum di Indonesia yang mengatur tentang penyelesaian konflik adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012.

Nah, kira-kira permasalahan apa saja ya, yang terjadi di Indonesia dan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik sosial? Yuk, kita simak artikel ini!

Contents

Apa Saja Upaya Penyelesaian Konflik Sosial?

contoh upaya penyelesaian konflik sosial
Upaya penyelesaian konflik sosial (Dok. Pixabay)

Berikut ini beberapa metode penyelesaian konflik sosial:

1. Mediasi

Selama ini, kita sering mendengar istilah mediasi, namun pernahkah kalian bertanya-tanya apa itu mediasi dalam sosiologi? 

Mediasi merupakan cara penyelesaian konflik yang melibatkan bantuan pihak ketiga (bersifat netral) sebagai penengah (kasih anjuran). 

Jadi, ada pihak ketiga yang bantuin ngobrol sebagai penengah, dan nggak maksa. Pihak ketiga ini disebut sebagai mediator.

Seorang mediator itu bantu dua pihak buat komunikasi, nyari titik tengah dari masalahnya, tapi keputusan tetap ada di tangan pihak yang konflik.

Contoh mediasi yakni ketika ada dua teman lo yang lagi berantem, terus lo jadi pihak yang bantu mendamaikan mereka dengan cara ngobrol baik-baik. 

2. Arbitrase

Pengertian dari arbitrase, yaitu:

Upaya penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga (bersifat netral) yang bertindak sebagai pemberi keputusan. Keputusan-keputusan yang dibuat disertai dengan perjanjian tertulis dari pihak yang berkonflik.

Simpelnya gini, dalam mediasi, pihak ketiga ngga ada hak buat bantu ambil keputusan. Sedangkan arbitrase, pihak ketiga itu bukan cuma bantu ngobrol, tapi juga bantu ngasih keputusan akhir yang harus dipatuhi oleh pihak yang berkonflik.

Contoh arbitrase yakni ketika wasit mengganjar kartu merah untuk Rano pasca keributannya dengan Aldo. Di sini, wasit bertindak sebagai pihak ketiga yang netral. Selain itu, keputusan wasit juga bersifat mutlak dan harus dipatuhi. 

3. Adjudikasi

Upaya penyelesaian konflik selanjutnya adalah adjudikasi.

Adjudikasi merupakan cara penyelesaian konflik melalui jalur pengadilan (sidang).

Cara ini dinilai lebih formal dan legal karena lewat jalur hukum.

Contoh adjudikasi yakni ketika hakim memutuskan hak asuh anak diberikan kepada sang istri setelah perceraian. Contoh lainnya ketika dua negara bersengketa wilayah, maka konflik ini harus dibawa ke Mahkamah Internasional.

4. Kompromi

penyelesaian konflik kompromi
Dengan berkompromi, konflik bisa mereda dengan berkurangnya tuntutan dari kedua belah pihak (Dok. Pixabay)

Istilah ini tentu udah nggak asing lagi bagi lo, kan?

Kompromi adalah bentuk penyelesaian konflik dengan adanya upaya masing-masing pihak untuk mengurangi tuntutan. 

Bisa dibilang kedua pihak yang berkonflik sama-sama ngalah dikit biar nggak makin panjang.

Contoh kompromi adalah ketika Mia terlibat kecelakaan dengan Diana, lalu mereka pun saling menuntut ganti rugi. Namun, pada akhirnya mereka saling mengikhlaskannya. 

5. Konsiliasi

Konsiliasi adalah bentuk penyelesaian konflik dengan adanya upaya mempertemukan pihak yang berkonflik.

Upaya konsiliasi mirip dengan mediasi, tapi peran pihak ketiga lebih aktif. Bukan cuma jadi penengah, pihak ketiga juga ngasih rekomendasi solusi secara tertulis. Jadi, keputusannya nggak mengikat.

Simpelnya gini:

  • Mediasi: pihak ketiganya cuma bantu ngobrol atau komunikasi.
  • Konsiliasi: pihak ketiganya bantu ngobrol sekaligus ngasih rekomendasi solusi.

Contoh konsiliasi yaitu ketika Pak RT memanggil Budi dan Damar setelah rebutan lahan parkir. Kemudian pihak-pihak terkait akan saling berunding dengan dibantu Pak RT yang akan kasih rekomendasi solusi buat Budi dan Damar. Keputusan tetap ada di tangan Budi dan Damar.

6. Koersi

penyelesaian konflik koersi adalah
Bentuk penyelesaian konflik dengan ancaman bisa disebut dengan koersi (Dok. Pixabay)

Kalau upaya-upaya sebelumnya bersifat damai dan tanpa tekanan. Kali ini penyelesaian konfliknya harus ada tekanan atau paksaan.

Koersi merupakan bentuk akomodasi dengan menggunakan ancaman, baik fisik maupun psikologis agar pihak lain bertindak sesuai yang diharapkan.

Tekanan atau paksaan dalam upaya ini bisa bermacam-macam, seperti:

  • Tekanan ekonomi (sanksi)
  • Ancaman militer
  • Tekanan politik

Contoh koersi yakni ketika polisi menggunakan gas air mata sebagai upaya menghentikan demonstrasi yang ricuh. Contoh lainnya ketika Negara A mengancam akan menghentikan kerja sama dalam bidang perdagangan dengan Negara B.

7. Stalemate

Apa itu stalemate?

Stalemate adalah situasi di mana ketika kedua belah pihak yang berkonflik memiliki kekuatan yang seimbang sehingga konflik terhenti pada titik tertentu.

Jadi, ya buntu aja gitu. Nggak ada yang menang dan kalah. Keduanya sama-sama kuat dan nggak bisa maju atau lanjutin konfliknya.

Contoh stalemate yakni berakhirnya Perang Dingin antara Amerika Serikat vs Uni Soviet, hingga konflik Korea Utara dan Korea Selatan.

Contoh Soal Upaya Penyelesaian Konflik Sosial

Contoh Soal 1

Konflik dapat terjadi di masyarakat. Meski demikian, cara penyelesaian konflik tidak boleh dengan cara kekerasan. Yang bukan merupakan cara penyelesaian konflik di dalam masyarakat adalah…

A. Stalemate

B. Mediasi

C. Konsiliasi

D. Koersi

E. Arbitrasi

Jawaban: D. Koersi, karena penyelesaian konfliknya melalui proses-proses koersif atau paksaan, sehingga jawaban yang tepat adalah D. Koersi.


Yeay, selesai juga nih, pembahasan kita mengenai cara penyelesaian konflik sosial. Masih kurang? Lo bisa nonton video pembahasan materi ini lewat penjelasan Zenius bareng tutor yang seru. Caranya tinggal klik button di bawah ini, ya!

Supaya proses belajar lo semakin efektif, Zenius punya paket belajar yang waktunya bisa lo sesuaikan dengan kebutuhan lo. Sekali langganan, lo bakal punya akses ke semua materi belajar Zenius dari SD, SMP, SMA, latihan soal dan pembahasan, hingga persiapan ujian dan masuk perguruan tinggi. Yuk klik button di bawah ini untuk berlangganan!

Baca juga:

🔗 Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Sistem Pemerintahan

🔗 Penyebab Konflik Israel dan Palestina


Originally Published: January 12, 2022
Updated by: Maulia Indriana Ghani

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *