September 11, 2026
Home » Hubungan dan Interaksi Sosial – Materi Sosiologi Kelas 10
materi-hubungan-dan-interaksi-sosial-sosiologi-kelas-10.jpg

Di materi Sosiologi kelas 10, lo akan belajar tentang hubungan dan gejala sosial. Gimana hubungan antar-individu bisa berkembang menjadi pola yang lebih besar di masyarakat. Bisa dari hubungan pertemanan di sekolah, sampai fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini.

Pada dasarnya, hampir semua aktivitas sehari-hari bisa dipelajari lewat sosiologi.

Mulai dari berangkat sekolah ketemu pedagang bakso langganan. Sampai di sekolah ngobrol sama teman sebangku. Pas kerja kelompok, ada yang inisiatif ngambil peran ketua, ada yang sibuk nyari referensi, dan ada juga yang cuma numpang nama karena baru muncul pas tugasnya udah hampir beres. Waktu istirahat, satu kelas tiba-tiba rame bahas tren yang lagi viral di media sosial, bahkan lo dan teman lainnya saling beda pendapat soal tren tersebut.

See… kelihatannya cuma aktivitas sehari-hari, kan?

Melalui artikel ini, lo akan belajar untuk memahami masyarakat, status dan peran individu, kelompok sosial, serta ragam gejala sosial. Kenapa? karena Capaian Pembelajaran Sosiologi saat ini adalah mengarahkan siswa untuk mempelajari hal-hal tersebut.

Nggak cuma itu, materi Hubungan dan Gejala Sosial juga termasuk dalam materi inti TKA Sosiologi. Kalau saat ini lo masih kelas 10, secara ngga langsung lo juga sedang mempersiapkan TKA. So, perhatikan dan pahami baik-baik konsepnya, ya. Cekidot!

Apa Itu Hubungan Sosial?

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Artinya, sebagaian besar kebutuhan kita nggak bisa dipenuhi sendirian.

Lo bisa belajar sendiri di kamar, tapi ilmu yang lo pelajari berasal dari teori dan hasil pengembangan orang lain. Dalam satu buku materi yang lagi lo pelajari, ada banyak yang telibat selama produksinya. Lo belum paham sama suatu materi, tentu lo bakal cari tahu ke teman, guru, atau referensi di internet. Lo bisa menikmati akses internet, itu juga hasil dari kerja keras banyak orang.

pengertian hubungan sosial dalam sosiologi kelas 10 sma
Manusia adalah makhluk sosial yang melibatkan hubungan sosial (by Zenius)

Karena itulah, kehidupan manusia selalu melibatkan hubungan sosial.

Sederhananya, hubungan sosial adalah hubungan antara individu maupun kelompok yang di dalamnya terjadi interaksi satu sama lain.

Contohnya, lo nyapa pedagang bakso langganan, kemudian ia membalas sapaan lo. Di kelas, guru menjelaskan materi dan melempar pertanyaan, lalu ada siswa yang menjawabnya. Ketika lo kerja kelompok, ada yang inisiatif ngajuin diri jadi ketua, ada yang bagi tugas cari referensi, dan ada yang kebagian nyusun laporannya. Ada juga kelompok antar suporter yang saling mengejek.

Dalam pembelajaran Sosiologi, hubungan seperti ini biasanya dipahami melalui konsep interaksi sosial.

Perbedaan Hubungan Sosial dan Interaksi Sosial

Interaksi sosial menurut John Lewis Gillin yaitu hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antar-individu, antara individu dan kelompok, atau antar-kelompok.

Hubungan sosial dan interaksi sosial sering dipakai bergantian, nih, tentu lo nggak asing sama kedua istilah ini ketika sedang belajar sosiologi.

Perbedaan sederhananya, hubungan sosial itu terbentuk di antara manusia, sedangkan interaksi sosial menekankan proses timbal balik yang terjadi di dalam hubungan tersebut.

Contoh, lo kenal sama pedagang bakso depan komplek. Itu merupakan hubungan sosial.

Nah, ketika lo ngobrol sama pedagang bakso tersebut, saling sapa tiap ketemu, dan saling bercanda minta dibonusin bakso, saat itulah terjadi interaksi sosial.

Dari interaksi inilah akan terbentuk banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Ada pertemanan, kelompok, organisasi, norma, hingga konflik.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Dari penjelasan dua poin di atas, harusnya lo udah bisa jawab pertanyaan ini:

“Saat lo sedang menunggu kereta di stasiun bersama dengan puluhan orang lainnya, apakah ini bisa disebut interaksi sosial?”

Umumnya sih nggak bisa disebut interaksi sosial, ya, kecuali lo ngajak ngobrol semua orang yang ada di stasiun tersebut.

Karena syarat utama terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan komunikasi.

1. Kontak Sosial

Kata kontak (contact–dalam bahasa Inggris) berasal dari bahasa Latin con yang berarti bersama dan tangere yang berarti menyentuh.

Tapi kontak sosial nggak harus selalu melibatkan sentuhan fisik, ya.

Lo ngirim chat ke bestie, balesin Instagram Story, komentar di Thread, dan nge-livestream sambil jawabin pertanyaan orang juga termasuk bentuk kontak sosial.

Jadi, kontak sosial bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

ilustrasi kontak langsung dan kontak tidak langsung dalam interaksi sosial
Kontak langsung dan kontak tidak langsung dalam interaksi sosial (by Zenius)

Kontak langsung terjadi ketika pihak yang berinteraksi berhadapan secara langsung. Contohnya ngobrol sama bestie di kelas. Sementara kontak tidak langsung terjadi menggunakan perantara, seperti chat, telepon, media sosial, atau melalui orang lain. Contohnya bales-balesan chat sama bestie via WhatsApp dan komentar di Thread.

Makanya, perkembangan teknologi membuat hubungan sosial sekarang bisa terjadi tanpa orang-orang yang terlibat berada di tempat yang sama. Lo bahkan bisa punya komunitas dekat dengan orang-orang yang belum pernah lo temui secara langsung.

2. Komunikasi

Terjadi kontak aja belum cukup. Harus ada proses ketika suatu pesan disampaikan dan dimaknai oleh pihak lain, itulah yang dinamakan komunikasi.

Kata komunikasi (communication–dalam bahasa Inggris) berasal dari bahasa Latin communicare atau communis yang berarti sama, membuat sama, menjadi milik bersama, atau melakukan sesuatu bersama.

Kalau lo ngechat doi, tapi dia nggak membalasnya, itu nggak bisa disebut komunikasi.

Contoh lain ketika lo nyapa orang di jalan. Kalau orang tersebut memahami itu sebagai sapaan lalu membalasnya, berarti terjadi komunikasi.

Dan komunikasi juga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Contohnya ketika doi akhirnya membalas chat setelah lebih dari 24 jam dengan pesan singkat, “Apa sih?”

Chat tersebut bisa dianggap biasa aja sama pengirimnya, tetapi dianggap sedang marah oleh penerimanya. Ya, kan?

Artinya, interaksi sosial bukan cuma bergantung pada pesan yang dikirim, tetapi juga pada bagaimana pesan tersebut ditafsirkan. Itulah kenapa konteks, bahasa, ekspresi, budaya, sampai hubungan antar-orang bisa memengaruhi komunikasi.

Faktor yang Mendorong Interaksi Sosial

Pernah nggak lo tiba-tiba pengin beli sesuatu gara-gara liat review dari affiliator atau selebgram di media sosial?

Atau mulai suka sebuah lagu karena doi juga suka dengerin dan sering membahasnya?

Perilaku sosial manusia memang bisa dipengaruhi oleh orang lain. Beberapa proses yang sering dibahas dalam Sosiologi antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati.

  • Imitasi berarti meniru perilaku orang lain. Contohnya, gaya bicara, tren pakaian, cara belajar, sampai penggunaan slang tertentu bisa menyebar karena orang saling meniru.
  • Sugesti terjadi ketika seseorang menerima pengaruh atau pandangan dari orang lain. Misalnya, lo mencoba metode makeup tertentu setelah direkomendasikan influencer yang lo percaya.
  • Identifikasi lebih dalam daripada imitasi. Seseorang nggak cuma meniru satu tindakan, tetapi ingin menyerupai figur atau kelompok tertentu. Misalnya, lo mengagumi seorang influencer lalu mulai menerapkan disiplin kebiasaan dan pola hidup yang menurut lo mencerminkan influencer tersebut.
  • Simpati merupakan ketertarikan atau rasa peduli terhadap kondisi orang lain. Misalnya, lo merasa prihatin ketika seorang influencer terkena musibah atau mengetahui bestie gagal dalam perlombaan.
  • Empati membuat seseorang mencoba memahami pengalaman orang lain dari sudut pandangnya. Karena itu, empati sering mendorong tindakan yang lebih nyata, seperti menemani, membantu, atau memberikan dukungan. Misalnya, ketika lo mengetahui bestie gagal dalam perlombaan, lo langsung nyamperin ke rumahnya dan bawain makanan kesukaannya.

Baca juga insight menarik mengenai empati dari insiden 🔗 Will Smith dan Chris Rock, Gimana Pentingnya Empati dalam Komunikasi?

Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial

Hubungan sosial nggak selalu berakhir dengan semua orang hidup damai dan saling membantu.

Dalam berhubungan, kadang manusia saling bekerja sama. Kadang bersaing buat mendapatkan sesuatu. Kadang juga berkonflik karena pikiran dan pendapatnya saling bertentangan.

Dalam Sosiologi, proses hubungan sosial umumnya dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu proses asosiatif dan disosiatif. Kita bahas satu per satu, ya.

Proses Asosiatif

Proses asosiatif adalah interaksi yang cenderung mengarah pada hubungan, persatuan, atau kerja sama antar-pihak.

Bentuknya antara lain kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

1. Kerja Sama

beberapa contoh kerja sama sebagai bentuk proses asosiatif
Kerja sama merupakan contoh proses asosiatif (by Zenius)

Contoh proses asosiatif dalam hubungan sosial adalah kerja sama, seperti pada saat mengerjakan tugas kelompok.

Ada orang yang jadi ketua kelompok dan mengorganisir anggotanya, ada yang mencari data referensi, ada yang bikin presentasi dan nyusun laporan, ada yang mendesain slide dan jadi presenter.

Masing-masing punya pekerjaan berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu menyelesaikan tugas kelompok.

Dengan begitu, kerja sama terjadi ketika dua pihak atau lebih melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam masyarakat, kerja sama punya skala yang jauh lebih besar.

Di lingkup RT misalnya, warga saling gotong royong untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dengan rutin melaksanakan kerja bakti. Karang taruna menggalang dana untuk kegiatan desa. Keamanan lingkungan pun terjaga karena warga saling bergantian untuk ronda.

Lingkup yang lebih besar juga terjadi di perusahaan dan pemerintahan. Masing-masing bekerja sama dengan organisasi lain atau beberapa negara saling bekerja sama dalam menangani persoalan lingkungan.

2. Akomodasi

Akomodasi merupakan proses untuk mengurangi atau menyelesaikan pertentangan agar hubungan sosial bisa kembali berjalan.

Contohnya ketika dua teman berselisih karena pembagian tugas kelompok. Masing-masing memaksa ingin mendesain slide dan jadi presenter.

Setelah berdiskusi dengan didampingi ketua kelompok, keduanya sepakat membagi ulang pekerjaan. Satu orang kebagian mencari data referensi dan menjadi presenter, satunya lagi kebagian membuat presentasi dan mendesain slide.

Beberapa contoh akomodasi dalam interaksi sosial
Beberapa contoh akomodasi sebagai bentuk proses asosiatif (by Zenius)

Ada beberapa bentuk dalam melakukan akomodasi, antara lain:

  • Kompromi: kedua pihak sama-sama menurunkan tuntutannya.
  • Mediasi: ada pihak ketiga yang membantu proses penyelesaian tetapi nggak punya kewenangan memaksakan keputusan.
  • Arbitrase: pihak ketiga diberi kewenangan untuk memberikan keputusan.
  • Adjudikasi: menyelesaikan konflik melalui lembaga pengadilan atau proses hukum.
  • Koersi (coercion): salah satu pihak dipaksa menerima keputusan oleh pihak yang lebih kuat.
  • Segregasi: pihak yang berkonflik dipisahkan untuk mengurangi ketegangan.
  • Stalemate: masing-masing pihak memisahkan diri karena seimbang dan nggak ada yang mampu mengalahkan pihak lain. Jadi bukan karena sudah berdamai, tapi semacam “yaudah, sama-sama mentok”.

So, pada contoh kasus dua teman kelompok yang berselisih tadi, kira-kira apa cara akomodasi yang mereka lakukan untuk menyelesaikan perselisihan?

3. Asimilasi

Asimilasi terjadi ketika kelompok dengan kebudayaan berbeda berinteraksi secara intensif dalam waktu lama, sehingga perbedaan di antara mereka semakin berkurang dan dapat menghasilkan kebudayaan yang relatif baru.

Dalam proses asimilasi, unsur kebudayaan lama bisa berubah cukup besar. Dengan kata lain, kebudayaan asli yang dibawanya akan semakin hilang.

Hal ini dapat terjadi pada keluarga dengan latar budaya berbeda hidup bersama selama beberapa generasi. Bahasa, makanan, tradisi, dan kebiasaan keluarga mereka bisa saling bercampur sampai akhirnya terbentuk pola budaya baru.

Contoh lainnya ketika ada mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berasal dari Semarang. Awal kuliah, mahasiswa tersebut tentu masih punya logat Jawa yang medok saat berkomunikasi dengan teman-temannya. Setelah 4 tahun, medok-nya semakin berkurang, bahkan ia mulai lancar menggunakan bahasa Sunda dalam kesehariannya.

4. Akulturasi

Akulturasi juga terjadi ketika dua kebudayaan bertemu.

Perbedaan antara asimilasi dan akulturasi terletak pada identitas dan hasil akhirnya. Kalau asimilasi membuat batas antara kebudayaan lama semakin kabur, sedangkan akulturasi memungkinkan unsur baru masuk tetapi identitas kebudayaan lama masih terlihat.

pernikahan antar-suku adalah contoh asimilasi, masjid kudus adalah contoh akulturasi
Contoh asimilasi dan akulturasi (by Zenius)

Akulturasi merupakan proses pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi, tanpa menghilangkan identitas asli dari kebudayaan tersebut.

Indonesia punya banyak contoh akulturasi.

Arsitektur, makanan, bahasa, pakaian, sampai berbagai tradisi daerah sering menunjukkan perpaduan unsur budaya lokal dengan pengaruh Hindu-Buddha, Islam, Tionghoa, Eropa, maupun budaya lainnya.

Contohnya pada arsitektur Masjid Kudus, yang mana menara masjidnya menyerupai candi atau bangunan Hindu-Buddha. Hal ini menunjukkan perpaduan Islam dengan budaya lokal.

Baca juga artikel 🔗 Pengaruh Peradaban Hindu-Buddha di Indonesia di Berbagai Bidang

Proses Disosiatif

Berbeda dengan proses asosiatif, proses disosiatif cenderung mengarah pada persaingan atau pertentangan. Tapi jangan langsung menyimpulkan proses disosiatif selalu buruk, ya.

Persaingan bisa mendorong seseorang meningkatkan kemampuannya selama dilakukan secara sehat. Begitu pun dengan konflik, bisa untuk bahan introspeksi dan memperbaiki sesuatu.

Bentuk atau contoh disosiatif antara lain persaingan, kontravensi, dan konflik.

contoh disosiatif dalam hubungan sosial
Persaingan, kontravensi, dan konflik merupakan bentuk disosiatif (by Zenius)

1. Persaingan

Apakah lo pernah bersaing mendapatkan juara pertama, entah itu juara kelas atau saat ikut perlombaan? Atau bersaing buat masuk SMA favorit? Tentu pernah, kan?

Nah, aktivitas tersebut merupakan contoh proses disosiatif yaitu persaingan.

Persaingan atau kompetisi terjadi ketika beberapa pihak berusaha memperoleh sesuatu yang sama.

Selama dilakukan berdasarkan aturan dan nggak menggunakan kekerasan, kompetisi masih termasuk proses sosial yang wajar. Bahkan kompetisi bisa mendorong inovasi dan peningkatan kemampuan.

Persaingan akan menjadi masalah ketika berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain.

2. Kontravensi

Kontravensi berada di antara persaingan dan konflik terbuka. Biasanya udah ada rasa nggak suka, penolakan, atau ketidak-percayaan, tetapi belum berubah menjadi pertentangan langsung.

Contohnya bisa berupa menyebarkan rumor, melakukan provokasi, menyindir, memboikot, atau diam-diam mencoba menggagalkan pihak lain.

Kontravensi sering dan gampang ditemukan di media sosial. Contohnya pada dua kelompok fandom yang saling menyindir dan membuat unggahan negatif tentang kelompok lain tanpa terjadi konflik fisik secara langsung.

Bedanya kontravensi dan kontroversi apa, tuh?

Kontravensi merupakan bentuk proses sosial berupa penolakan, ketidaksukaan, atau perlawanan yang belum sampai menjadi konflik terbuka. Contohnya sindir-sindiran. Sedangkan, kontroversi merupakan keadaan ketika suatu isu, pendapat, atau tindakan menimbulkan perdebatan karena ada banyak pihak yang berbeda pandangan. Contohnya peraturan baru yang memicu pro-kontra.

3. Konflik

Konflik terjadi ketika individu atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan menentang pihak lain.

Penyebab konflik bisa bermacam-macam, antara lain adanya perbedaan kepentingan, nilai, pendapat, budaya, atau perebutan sumber daya.

Skala antar konflik juga berbeda-beda. Bisa sesederhana dua teman kelompok bertengkar, konflik antar-sekolah, tawuran antar-pelajar, perselisihan antara bos dan bawahan, hingga konflik politik di masyarakat.

Konflik memang bisa menimbulkan kerugian. Tapi dalam beberapa kondisi, konflik juga bisa membuka masalah yang sebelumnya tersembunyi dan mendorong munculnya perubahan.

Jadi, belajar sosiologi bukan sekadar mengetahui, “konflik itu buruk dan merugikan”, tetapi memahami kenapa konflik terjadi, siapa yang terlibat, struktur apa yang memengaruhinya, dan bagaimana dampaknya.

Baca juga insight menarik terkait konflik dalam artikel 🔗 Pengaruh Konflik Perang Terhadap Perkembangan Sains & Teknologi


Hubungan sosial merupakan bagian dasar dari kehidupan manusia. Dari interaksi sehari-hari, manusia membentuk status, peran, kelompok, norma, hingga lembaga sosial.

Pembahasan mengenai status, peran, kelompok, dan lembaga sosial akan gue bahas di artikel lain.

So… sampai sini dulu bahasan kita. Semoga apa yang gue tulis di sini bisa membantu lo memahami konsep hubungan dan interaksi sosial di materi Sosiologi kelas 10. Pertanyaan dan saran bisa lo sampaikan melalui komentar di bawah, ya~

Belajar Materi Sosiologi SMA di Zenius

Kalau mau lebih detail mengenai bahasan hubungan dan interaksi sosial, lo bisa belajar langsung dari tutor Zenius di playlist berikut:

Interaksi Sosial

Jelajahi materi SMA Kelas 10 di Zenius lewat video belajar, latihan soal, dan pembahasan.

Kumpulan materi interaksi sosial SMA kelas 10 Sosiologi di Zenius

Ada versi gratisnya juga, lho, buat lo ngerasain vibe belajar bareng Zenius. Kalau cocok, gas lanjut langganan Premium Member. Lo bisa langganan sesuai kebutuhan, ada paket 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, hingga 12 bulan. Kalau mau murah, sih, kata gue langsung langganan setahun. 😌

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *